Resep Nenek
Saya anak dari keluarga besar perpaduan Jawa dan Betawi. Papa saya berasal dari Jawa dan mama saya berasal dari Betawi. Kali ini saya ingin berbagi tentang masakkan khas Betawi yang lambat laun keberadaannya sulit untuk dinikmati. Ini merupakkan resep nenek yang diturunkan ke anak-cucu, agar regenerasinya dapat mempertahankan resep leluhur dan merasakan nikmatnya masakkan khas Betawi yaitu Sayur Gabus Pucung.
Bagi masyarakat Betawi, masakkan khasnya tak hanya sebagai pelengkap menu makanan di dapur. Lebih dari itu, masakan Betawi berperan penting dan mengemban simbol-simbol tertentu dalam prosesi adat.
Kenapa dinamakan Sayur Gabus Pucung? Nama gabus pucung diperoleh dari dua bahan utama yaitu ikan gabus dan buah pucung. Kuah makanan ini hampir sama dengan resep rawon khas Jawa Timur, yaitu berwarna hitam dengan penggunaan kluwek sebagai bumbu masakan. Berikut ini bahan dan cara membuatnya :)
Bahan dan Bumbu :
- 2 ekor ikan gabus segar, bersihkan
- 1 buah jeruk nipis
- 1 batang serai, memarkan
- 1 lembar daun salam
- 5 buah pucung atau kluwek
- 1 liter air
- minyak untuk menumis dan menggoreng
Haluskan :
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah keriting
- 2 cm kunyit
- 2 cm lenkuas
- 2 butir kemiri
- 2 cm kencur
- garam secukupnya
- terasi secukupnya
CARA MEMBUAT IKAN GABUS PUCUNG KHAS BETAWI :
- Lumuri dengan garam dan air jeruk nipis.
- Panaskan minyak, goreng ikan gabus hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan.
- Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga wangi. Tambahkan air, kluwek, serai, dan daun salam, aduk rata.
- Rebus hingga mendidih lalu tambahkan garam secukupnya, aduk sebentar. Angkat dan sajikan sebagai kuah siraman ikan gabus yang sudah digoreng.
~Selamat Mencoba dan Menikmati~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar