Selasa, 05 November 2013

RESUME (Softskill) #2

Resume Kelompok 2 : Konflik dalam Berorganisasi.

            konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia, yang dimana menimbulkan perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan. Dalam arti luasnya,  Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupa  perselisihan, adanya ketegangan atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.  Konflik bisa terjadi dimana saja dan kapan saja,  Jangankan dalam hal rumah tangga, dengan teman kita sendiri aja biasanya suka terjadi suatu konflik. Apalagi dalam berorganisasi, pasti banyak sekali konflik yang terjadi. Biasanya konflik terjadi akibat tidak sepaham, adanya salah paham dalam  komunikasi koordinasi, dan banyak faktor lainnya yang dapat mengakibatkan terjadinya konflik. Dan jika konflik tersebut sudah cukup besar, biasanya akan menimbulkan banyak masalah dan banyak yang dirugikan juga.


                Apabila kita sedang mengalami suatu konflik  dimana pun dan kapan pun, jangan langsung menyerah dan  putus asa. Karena ada berbagai cara penanganannya, yaitu berupa :
1.      Introspeksi diri
Dengan berintrospeksi diri menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita dan dapat menyadari (berkaca) diri dengan konflik yang telah terjadi ini apakah ada yang salah dengan apa yang kita lakukan? Dengan begitu kita dapat memberi penilaian terhadap konflik tersebut  dan dapat memproleh point-point untuk penyelesaiannya.

2.      Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki? bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut ? dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik tersebut?  Keberhasilan dan sesuksesan kita dalam menangani suatu konfli, jika kita melihat konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.

3.      Identifikasi sumber konflik
konflik tidak muncul dan terjadi begitu saja, tanpa ada yang memancingnya. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga dalam penanganannya lebih terarah kepada sebab dan akibat konflik.

4.       Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat.
dalam hal ini ada beberapa cara yang saya anggap efektif dalam penyelesaian konflik yang terjadi, yaitu :
a.      Berkompetisi
Dengan berkompetisi secara sehat kita dapat mencegah terjadinya suatu konflik. Contohnya : dalam meraih ranking dikelas, dengan usaha belajar  yang kita lakukan secara sungguh-sungguh dan supportif untuk mrenjadi yang terbaik, konflik yang sering timbul seperti iri didalam kawan sekelas tidak akan pernah terjadi, karena kita punya bukti nyata berupa perolehan belajar kita.

b.      Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut. Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama di sini.

c.       Kompromi
Pemisahan  yaitu pihak-pihak yang berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yang terjadi. Arbitrasi, adanya peran orang ketiga sebagai penengah untuk penyelesaian masalah. Kembali ke aturan yang berlaku saat tidak ditemukan titik temu antara kedua pihak yang bermasalah. Atau dengan cara mediasi yaitu upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

                Konflik tidak selalu berakhir dengan merugikan, selama bisa ditangani dengan baik seperti mendapatkan pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya atau apabila terjadi konflik yang sama kita dapat menanganinya dan mempelajari solusi apa yang dapat kita terapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar